Promo Lagu Lewat Radio, Alternatif Dalam Mengusung Karya Musik

Indramayu - (KBI News) - Komunitas Band Indramayu mengamati sepanjang 2012 ini terasa sepi dari aktivitas panggung band-band Indramayu.  Kemanakah mereka, sudah jenuh atau menganggap sia-sia karena telah berjuang namun tanpa hasil ?  Ataukah sedang mencari jalan lain dalam kaitan membesarkan nama band ?  
            Anak-anak band Indramayu saat ini mengalami kelesuan.  Hal ini dibenarkan oleh salah seorang penyiar radio lokal Dodo Mahayasa.  Ia mencermati kondisi ini terutama membandingkan pada tahun 2007 yang marak dengan lahirnya band-band Indie.  Dodo yang juga announcer acara khusus band Indie ini mengaku prihatin.  Namun keprihatinannya sedikit terobati lantaran ternyata sebagian band lama masih survive hingga kini.  Sebut saja D'Nasye yang digawangi Ivan cs. Band beranggotakan tiga personil ini berasal dari daerah centra krupuk, Dukuh Kenanga Indramayu. Pada Senin (9/4) lalu mereka mendatangi station radio tempat Dodo bersiaran, sekaligus menyatakan bahwa D'Nasye masih aktif.  Maksud lain kedatangan mereka adalah memperkenalkan dua lagu anyar untuk promo single di radio.  Jelas bahwa walaupun dunia pentas tengah sepi, tapi ada cara lain dengan membidik radio sebagai media publikasi sehingga karya mereka didengar orang lain. 
            Seminggu kemudian Dodo kembali didatangi seorang vokalis band Indie, Ade mewakili Neptoe band.  Kepada Dodo, Ade lebih banyak bercerita tentang kiprah Neptoe yang intinya mengungkapkan bahwa bandnya masih terus berkarya.  Nama band pun masih tetap memakai nama lama, biarpun pernah berselisih paham dengan band lain Nevtunus, menyangkut kemiripan nama band.  
               Dari contoh di atas agaknya melegakan hati kita semua.  Band (Indie) Indramayu terus maju ....       

Silaturahim Budaya : Peringatan Ulang Tahun Penyair 'Salah Kirim'

Indramayu - (KBI News) - Acara “Silaturahim Budaya” digelar Sabtu (18/2) di gedung Dewan Kesenian Indramayu (DKI). Selain berisi temu kangen seniman dan budayawan Kota Mangga, sekaligus peringatan ultah penyair Indramayu Yohanto A Nugraha.  Yohanto A Nugraha alias Abuk lahir di desa Karanganyar Indramayu 18 Februari 1955. Putra kedua dari Nyonya Lie Kim Hwa.
“Silaturahim Budaya” menghadirkan penyair lokal lintas generasi : Supali Kasim, Saptaguna, sampai Riva’i Alvin dll.  Hadir pula pejabat yang membacakan puisi khusus untuk yang ber-ultah, yaitu H. Wardjo SH MM, Drs Susanto BAE,  dan Drs Umar Budi Karyadi. 
Berbeda dengan suasana ultah pada umumnya, nuansa di dalam gedung dibuat temaram, jauh dari kesan semarak dan tanpa alunan lagu Hapy Birthday.  Acara berjalan sederhana, bahkan background panggung didominasi warna hitam.  Namun bukan berarti keseluruhan acara berlangsung sakral. Beberapa teman Abuk sempat melontarkan celoteh di sela ungkapan rasa bangga pada sang penyair ini.  Agung Nugroho yang tampil ke panggung sebelum membacakan puisi membuat hadirin mesem-mesem lantaran menyindir Abuk sebagai penyair ‘salah kirim sms’.  Kebiasaan Abuk memang beda dengan penyair lain di negeri ini, yakni mengirimkan karya puisi lewat sms ke orang-orang yang dianggap dekat.  Ekspresi yang ia tuangkan diakhiri dengan “maaf boss … salah kirim !”.      
Puisi Yohanto A Nugraha pernah dimuat di media daerah dan nasional yang tergabung dalam antologi bersama penyair lainnya. Antologi penulis Indramayu (Kreasi ‘82), Tanah Garam (Kreasi ‘92), Kiser Pesisiran (FSI ‘94), Jurang bersama Ope Mustofa (FORMASI ‘99), Resital 11 penyair dari negeri minyak (DKI ‘01), kumpulan puisi bersama penyair Kijun “Lagu Matahari” juga pernah mengasuh ruangan sastra dan budaya di Radio Cindelaras, RSPD (sekarang Radio K2 FM) Indramayu.
37 tahun Abuk menulis puisi. Sepanjang itu Abuk semakin dikenal sebagai penyair. Abuk kerap terlibat sekaligus memelopori momen-momen sastra maupun yang masih kaitannya dengan genre sastra, seperti mendirikan Depot Studi Teater (bersama Ot.Nurhadi dan Bambang Bawono Ism, tahun 1984), memelopori kegiatan apresiasi sastra—lomba baca puisi dan cerpen (awal tahun 80-an), menggagas forum dialog bersama penyair-penyair kondang (KREASI), pernah pula bersenyawa dengan penguasa yang senang bersastra di tahun 90-an (Forum Sastra Indramayu), serta di tahun 2001 bersama teman-teman seniman Indramayu; Dedi Apriadie Raswin, almarhum Abdul Basit, Fuzail Ayad Syahbana, Oushj Dialambaqa, Syarofin Arba, Heri Saripudin, Adlan Da’i, Supali Kasim, Saptaguna, Affin Riyanto dan Masruri, Acep Sahril mendirikan lembaga kesenian yang merupakan embrio lahirnya Dewan Kesenian Indramayu. Sepanjang itu kemudian ia pun merintis komunitas sastra “Bantaran”.
Selamat ultah Kang Abuk, “maaf boss … kalau salah nulis !”.

Indramayu Black Fest 2012 , Unjuk Aksi Band Gothic Black Metal Indramayu


Indramayu - (KBI News) - Jagat musik di Indramayu bakal diramaikan oleh unjuk aksi band-band beraliran Gothic dan Black Metal.  
Adalah "Indramayu Black Fest 2012" yang siap 'menggelapkan' kota mangga dan para blackers yang lama menanti even besar seperti ini.  Acara berlangsung tanggal 4 Maret 2012 di GOR Dharma Ayu, direncanakan akan diserbu masyarakat pecinta lagu-lagu black metal yang merupakan sub genre underground.  Indramayu Black Metal Division (IBMD) selaku pelaksana berharap even ini dapat menghibur dan menarik respon positif bagi kalangan masyarakat di Indramayu dalam memahami dan memandang kultur musik Gothic dan Black Metal.
          IBMD merasa terpanggil untuk melakukan upaya mengenalkan, mengembangkan dan membangkitkan kultur musik Gothic/Black Metal agar orang tak memandang sepihak atas pemahaman yang salah tentang keberadaan jenis musik ini.  Saat ini, kesiapan panitia mendekati pemantapan seperti publikasi ke radio dan terus menggali dana pendukung dari sponsorship.  Sudah pasti pihak Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Komunitas Band Indramayu (KBI) terlibat di dalamnya sehingga even ini dipastikan berjalan sukses tanpa ekses.
          Selain menggelar live performance band, di waktu dan tempat yang sama juga dilaksanakan stand promo, selling product, game 'n door prize untuk kemeriahan acara. "Indramayu Black Fest 2012" digelar untuk ke-dua kalinya setelah dilaksanakan pertama tahun lalu. 
 

KBI Dukung Perda Mirashol

Indramayu - (KBI News) - Komunitas Band Indramayu (KBI), mendukung penuh diberlakukannya kembali Perda No 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol di Indramayu.  Perda ini sempat dihentikan oleh Mendagri.  Hal ini jelas sangat bertentangan dengan visi Remaja (religius, maju, mandiri dan sejahtera).  Maka KBI pun ikut bersuara.  
          Ketua Komunitas Band Indramayu (KBI) Banu Warli  menyatakan heran atas pencabutan niat baik Pemkab terhadap pelarangan minuman beralkohol oleh Mendagri.  Iapun sepakat mendukung upaya Pemkab untuk kembali memberlakukan Perda itu, walau tanpa melalui aksi demo.  Namun Banu berpesan jika Perda ini berhasil diperjuangkan, masyarakat harus memegang komitmen untuk semakin menjauhi barang haram ini.  Jangan sampai di satu sisi Pemkab menegakkan Perda Mirashol, di sisi lain orang masih mengkonsumsi minuman keras.  "Percuma dong memberlakukan kembali Perda ini dengan susah payah, tapi tidak mengurangi angka pengguna minuman beralkohol", tegas Banu.  
                  KBI sebenarnya punya kepentingan dengan mengadakan pengawasan terhadap anak-anak band yang ditengarai sebagai pengguna miras (minuman keras).  "Kami selalu hadir dalam setiap even pentas band sekaligus memantau apakah mereka menggunakan atau tidak.  Sebab apapun alasannya, baik ikut-ikutan meniru musisi luar atau hanya sekedar terlihat sangar di panggung, itu semua tidak dibenarkan oleh pemerintah maupun agama", jelas Banu.  Selama ini, jika even pentas band yang diselenggarakan oleh KBI selalu 'bersih', namun ia mengaku kadang jika diselenggarakan oleh EO, aroma alkohol tercium di balik panggung. Jika ini terus dibiarkan, maka sia-sialah obsesi untuk jadi musisi terkenal.  Mereka sudah berupaya mendirikan band, latihan dengan biaya patungan, bahkan meyakinkan para ortu agar dapat ijin main musik pada akhirnya dirusak sendiri.  Kalau sudah begini, jangan harap ortu percaya si anak berkecimpung main band.  Dan ujung-ujungnya, tak ada lagi konser musik, festival, parade dan semacamnya di Indramayu.
                Banu berpesan, mari kita perangi alkohol dimulai dari anak-anak band sebelum menjadi 'trade mark'.  Tirulah sang idola dari prestasinya, bukan gaya hidupnya.  Tunjukan sikap mental yang baik sebagi musisi yang bisa berprestasi tanpa sentuhan alkohol. 

Festival Band Pertamina RU VI Balongan

Indramayu - (KBI News) - Berbeda dengan tahun lalu, Festival Band dalam memeriahkan HUT ke-54 Pertamina di RU VI Balongan terkesan sederhana.  Peserta Festival Band tahun ini hanya dikhususkan untuk karyawan dan keluarganya.  Pesertapun hanya tujuh band (satu mengundurkan diri) yang hampir kesemuanya berdomisili di seputar Kompleks Bumi Patra Indramayu.  Sifat kompetisi ini mengusung keakraban semata. Mereka membawakan sebuah lagu bebas dan ingin bermain 'aman' dengan memilih materi lagu yang tak punya tingkat kesulitan berarti.
Festival Band berlangsung di Aula Bumi Patra, Rabu (7/12) malam disaksikan jajaran keluarga besar Pertamina RU VI Balongan Indramayu.

1. PESERTA  
- Executor  
- D'Fire  
- Genaff  
- Eng & Dev  
- IT Dot Net  
- Ace  

2. THE BEST GROUP  
I.  Eng & Dev  
II. IT Dot Net  
III.Executor
  
3. THE BEST PLAYER  
- The Best Vocalist           : Jeffry  
- The Best Guitarist          : Bisri  
- The Best Bassist            : Pandu 
- The Best Drummer        : Farhan  
- The Best Keyboardist   : Suryanto  

4. HADIAH  
- Juara 1    : Rp. 3 Juta  
- Juara 2    : Rp. 2 Juta  
- Juara 3    : Rp. 1 Juta 
Hadiah diserahkan malam itu juga oleh GM Pertamina RU VI Balongan.

Paduan Suara Korpri Banjir Saweran

Indramayu - (KBI News) - Setelah sebulan penuh melakukan latihan, Paduan Suara Korpri Indramayu di bawah asuhan Suparjo, S Pd akhirnya tampil di dua tempat pada hari yang sama, Selasa (29/11) .  Di alun-alun membawakan empat lagu dan di Pendopo sebanyak lima buah lagu.  Tim Paduan Suara Korpri ini ditunjuk oleh Dewan Pengurus Korpri Kabupaten pada peringatan HUT Korpri ke-40 tahun 2011.  Saat tampil di Pendopo, hadirin sempat terpesona oleh penampilan memukau tim paduan suara.  Terutama saat menyenandungkan lagu-lagu populer yang telah akrab di telinga hadirin seperti Suci Dalam Debu, Kembali, dan Ya Rasul.  Bahkan saat tampil membawakan Alamat Palsu yang liriknya telah diubah, Bupati, Wabup dan Muspida sempat 'nyawer'.  Total uang hasil saweran terkumpul sekira 2 juta lebih.
           Tim Paduan Suara Korpri Indramayu berhasil menyulap suasana Resepsi di Pendopo berubah menjadi suasana penuh keakraban.  Padahal acara Resepsi ini akan diisi dengan Tasyakuran dengan mendatangkan Ketua Pondok Pesantren 'Al Ichwan' Tasikmalaya.
           Selang tiga hari kemudian, Jum'at (2/12) kembali mereka pentas untuk menghibur peserta Jalan Sehat terkait HUT Korpri.  Peserta yang terdiri dari Bupati dan jajaran Korpri Se-Kabupaten Indramayu disuguhi konsumsi berupa jajanan pasar khas Indramayu diiringi lagu-lagu bersama Paduan Suara Korpri.  Para pejabat tanpa dikomando langsung beranjak dari tempat duduk menuju panggung untuk berjoget ria dan (lagi-lagi) memberikan sawer.  Sampai berita ini diturunkan, belum didapat info berapa banyak jumlah yang diperoleh.   

Epeke Blenak Temen ........

Indramayu - (KBI News) - Banyak kisah terjadi di belakang panggung selepas band tampil.  Ada yang serius berdiskusi sesama pemain, ada yang meluapkan kegembiraan lantaran tampil memuaskan, tapi ada juga yang tanpa sadar melontarkan ucapan yang bikin geli bagi yang mendengarkan.  ".....epeke blenak temen ... suarane ngaco , yakin .... ". 
            Ucapan ini keluar dari mulut salah seorang personil band kepada temannya usai tampil di Panti Budaya pada Minggu (13/11) siang dalam acara Diskusi, Workshop dan Parade Band.  Pemain melodi ini kurang puas atas suara effect gitar yang ia mainkan. Padahal itu terjadi karena kesalahan sendiri.  Entah karena band ini masih tingkat pemula atau cuma asal main, effect gitar yang sebenarnya mesti di-setting terlebih dahulu buru-buru dimainkan.  Di belakang panggung, dengan suara lantang iapun meluapkan kekesalan menggunakan bahasa Dermayon yang kurang lebih artinya : 'effect-nya jelek amat ... suaranya kacau , bener ....'.  Yang lebih lucu ucapan ini keluar dengan logat ndeso.  Sementara sang vokalis cewekpun yang baru menyanyikan Aku Bukan Wonder Woman tak lepas kebagian protes dari temannya :"Sira gah suarane bli manjing ..... !" 
              Acara Diskusi, Workshop dan Parade Band yang dilaksanakan KBI sebenarnya belum dimulai.  Tapi sebagian band sudah mulai 'diskusi' antar pemain seperti kejadian di atas.  Sessi diskusi sendiri baru dimulai pada pukul 16.30 WIB oleh pemateri dari Indonesian Music Society (IMS) Jakarta. Mas Ruly cs hadir menjelang maghrib setelah beberapa band tampil, diantaranya : Ninky Zupi (Anjatan), D-Matik (Lohbener), Sainore (Anjatan), Artistic (Jatibarang), Clean 14 (Arahan), Andreta (Telukagung), Jemari (Kertasemaya), Wonderland (Indramayu), Green Project (Jatibarang) dan El Haz (Karangampel).  Akibat rombongan IMS datang terlambat, maka diskusi so'al kiprah band menuju industri musik ini molor melewati adzan maghrib.  Pemateri dan peserta terlibat debat yang cukup seru hingga malam. Penantian panjang sejak pagi akhirnya terbayar.  Banyak ilmu yang didapat peserta dari arahan positif mas Jendral Ruly, orang nomor satu di Indonesian Music Society ini.  Wonderland dari Indramayu mendapat applaus paling meriah dari penonton.  Sang vokalis cewek Wonderland Chika, oleh KBI dinilai pantas sebagai 'lady rocker' Indramayu.  Ia punya warna dan karakter suara nge-rock abis.  Nada-nada tingginya pas.  Saran KBI, coba sesekali nyanyiin lagu-lagunya Nicky Astria atau Mel Shandy, pasti yahud ....

         Effect Gitar
Pelengkap aksesoris panggung yang bikin pede .... atau sebaliknya ..?